Minggu, Juli 3, 2022
Beranda blog

Rancangan Perbub Gugus Tugas TPPO Kulon Progo Rampung, Siap diajukan Bupati

0

(25/Maret/2022, Kulonprogo) Beberapa Organisasi Perangkat, Organisasi Masyarakat dan Beberapa LSM Daerah Kulonprogo mengadakan diskusi merampungkan Rancangan Peraturan Bupati Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (Perbub GT PTPPO. Perbub ini dianggap perlu dan urgen bagi Kabupaten kulon Progo sebagaimana yang di mandatkan dalam UU No 21 Tahun 2007 tentang PTPPO, sekaligus antisipasi dalam menjawab tantangan dampak “negative” dari pembangunan apalagi Kulon Progo menuju kota Aerotropolis.Mitra Wacana bekerja sama dengan OPD Kulon Progo menggagas terbitnya Perbub GT TPPO. Melalui proses panjang dari 2020 sampai 2022 dengan 12 kali pertemuan yang melibatkan stakehoder terkait baik dari pemerintah, LSM, Ormas dan juga masyarakat.

Diskusi tersebut dilaksanakan di Joglo Girli Kulonprogo berfokus pada perubahan diksi dan juga penambahan redaksi di beberapa pasal yang masih dianggap kurang jelas. “Dari bagian hukum sudah mengkaji, secara subtansi sudah sesuai, namun ada beberapa pasal yang perlu kita diskusikan dan disepakati di forum ini” ungkap Eko dari bagian Hukum Setda Kulonprogo. Harapan untuk segera di sahkanya Perbub ini juga disampaikan oleh Sri Hartini dari Dinsos PPA Kulonprogo “Kulon Progo memang sudah sangat membutuhkan perbub ini, karena untuk merespon perkembangan kulonprogo saat ini kita dari pemerintah kabupaten belum memiliki aturan soal ini”.

Pertemuan yang digagas Mitra Wacana dan dinsos PPA ini selalu melibatkan berbagai stakeholder baik dari kedinasan, NGO, dan pelaku usaha. Dengan melibatkan banyak pihak, Perbub ini menggali kebutuhan dan masalah yang dihadapi dalam pencegahan dan penanganan TPPO, mencermati dan merumuskan bersama, sehingga Perbub ini dapat dijalankan.

Mitra Wacana melalui Muazim juga menyampaikan harapan bahwa hadirnya Perbub ini bisa segera mengisi kekosongan kebijakan ditengah maraknya pembangunan dan juga kerentanan warga kulonprogo dari tindak pidana perdangan orang. Dinsos PPA Listiyani juga menyampaikan bahwa para penggagas dan pendukung dari perbub ini bisa selalu bersinergi untuk mengawal perbub sampai ada rencana aksi daerah. “kami magharapkan kolaborasi ini untuk tetap mengawal sampai terumuskannya RAD, biar semakin jelas tugas dari gugus tugas nantinya”. Dengan adanya peraturan bupati ini, dan hadirnya gugus tugas pencegahan dan penanganan mampu dilaksanakan untuk melakukan perlindungan kepada warga Kulonprogo.

Diskusi dan Bedah AD-ART Organisasi P3A Pesisir Banaran Kulonprogo

0
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan memahami dinamika pengelolaan organisasi, Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak (P3A) Pesisir (Perempuan Sehat, Sejahtera, dan Beriman) melakukan diskusi dan bedah anggaran dasar organisasi di rumah Suprihatin, Desa Banaran Kulonprogo, Yogyakarta pada Senin (7/3/2022).
 
“Saya hadir di sini niatnya sinau bersama P3A”, ungkap Dwi Hartini, anggota Pesisir. Acara dimulai dengan curah pendapat mengenai apa itu organisasi, mengapa perempuan perlu berorganisasi dan apa saja yang diperlukan dalam organisasi yang dipandu oleh Wahyu Tanoto, Mitra Wacana. 
 
“Setiap orang, pasti memiliki cita-cita dan berusaha mewujudkannya dengan berbagai cara. Namun ketika berorganisasi cita-cita tersebut biasanya tercantum dalam visi dan misi”, kata Tanoto menjelaskan. 
 
Dengan menggunakan peralatan kertas meta plan, plano dan spidol Tanoto menuliskan apa yang menjadi usulan P3A. Pencegahan perdagangan orang, mendukung kinerja pemerintan, melakukan edukasi pencegahan perdagangan orang, menghimpun potensi anggota serta berjejaring dengan organisasi lain menjadi konsern mereka.
 
“Saya memiliki impian agar P3A dapat diketahui banyak orang”, kata Suprihatin yang sangat antusias mengikuti sesi. 
Sedangkan menurut Ketua P3A Pesisir, Ngatinem menyebutkan jika perempuan-perempuan di Kalurahan Banaran juga mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat. ” Kami rutin mengikuti proses musawarah perencanaan pembangunan kalurahan. Kami juga dapat mengakses dana desa”, kata Ngatinem. 
 
Selama proses pembelajaran salah satu pendamping dari Mitra Wacana, Yngvie Ahsanu Nadiyya menyebutkan jika P3A perlu memperluas jangkauan. “Ibu-ibu yang tergabung dalam P3A juga perlu membangun cita-cita bersama secara jangka panjang agar dampaknya di rasakan oleh masyarakat di luar Banaran”, ungkapnya. 
 
Ovie Hariani selaku pengurus Mitra Wacana yang hadir dalam acara tersebut juga meneguhkan kembali bahwa P3A merupakan organisasi yang potensial. 
 
Sambil menikmati hidangan, acara yang dimulai pada pukul 13.00 WIB ditutup pada 15.00 WIB diakhiri dengan do’a bersama. (Tnt) 

Launching Film ” Tanpa Sadar Aku Jadikan Barang Dagangan” karya Media Desa Demangrejo x Mitra Wacana

0

Minggu (06/02/2022), Media Desa Demangrejo bersama Mitra Wacana menggelar launching film yang berjudul ” Tanpa Sadar Aku Jadikan Barang Dagangan” di Balai Desa Demangrejo, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo.

Film tersebut diproduksi oleh Media Desa Demangrejo yang di sutradarai oleh Rofik Rohadi yang disupport oleh Mitra Wacana, isi dari film tersebut menceritakan kisah Senja yang dipekerjakan oleh ibunya melalui jasa penyaluran kerja yang ilegal hingga Senja depresi dan harus dirawat.

Selain pemutaran film acara tersebut juga diramaikan dengan Talkshow bedah film dan hiburan musik oleh Band ANGBER.

Acara disiarkan secara langsung melalui kanal youtube Demangan Media, sedangkan di venue acara menerapkan protokol kesehatan dengan jumlah undangan terbatas.

Tayangan Youtube bisa disaksikan di link berikut:

 

Sosialisasi Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang

0

Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) menjadi isu yang sedang hangat dibicarakan oleh Organisasi Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak (P3A) Putri Pertiwi Kalurahan Nomporejo. Isu ini diangkat karena dinilai penting sebagai bentuk kepedulian dan tindakan preventif atas perbuatan yang merendahkan harkat, martabat, dan derajat manusia khususnya wanita dan anak-anak. Tanpa kita sadari TPPO sejatinya sangat dekat dengan kita atau bahkan mungkin pernah kita alami namun tanpa kita sadari. Oleh karena itu, P3A Putri Pertiwi mengadakan sosialisasi terkait Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (PTPPO) dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di lingkungan internal organisasi dan kemudian mampu menyebarluaskannya ke masyarakat Kalurahan Nomporejo supaya keluarga dan orang-orang di sekitar supaya berhati-hati dalam mencari informasi ketika mau bekerja ke dalam atau ke luar negeri melalui jalur yang legal. Kegiatan sosialisasi dilakukan pada hari Jum’at, 15 Oktober 2021 di Cafe Kepoeh, Bumirejo, Lendah, Kulonprogo.

Dalam kegiatan tersebut, di dampingi oleh Mitra Wacana selaku Lembaga Swadaya Masyarakat dengan ruang lingkup kerja pada tindakan pencegahan perdagangan orang. Mitra Wacana yang diwakili oleh M. Mansur sebagai pembicara, menyampaikan bahwa pentingnya pemahaman terhadap Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) ini dalam lingkup organisasi terlebih dahulu yaitu P3A Putri Pertiwi  kemudian baru bisa kita sebar luaskan di lingkungan masyarakat Kaluarahan Nomporejo. Pembicara dari Mitra Wacana juga menyampaikan evaluasinya bahwa di Kalurahan Nomporejo belum ada sistem pendataan, pengontrolan, dan pemantauan terhadap warganya yang tinggal dan bekerja di luar negeri atau di dalam negeri sebagai pekerja. Sehingga diharapkan ke depannya Kalurahan Nomporejo mampu menyelenggarakan hal tersebut agar tidak ada lagi kasus orang hilang atau kasus perdagangan orang.

 

Artikel : Monita Rahayu (Tim media desa)

Foto : Yusuf (Tim media desa)

Mitra Wacana dan Balai Dikmen Kulon Progo adakan TOT Pencegahan Perdagangan Orang bagi Guru BK SMA dan SMK di Kulon Progo

0

Kamis-Jumat (27-28/05/2021), Mitra Wacana bersama Balai Pendidikan Menengah Kabupaten Kulon Progo mengadakan TOT (Training of Trainer) Pencegahan Perdagangan orang bersama guru BK SMA dan SMK di Kulon Progo, yang bertempat di SMKN 2 Pengasih Kulon Progo.

Acara ini bertujuan untuk mencegah terjadinya perdagangan orang bagi pelajar yang melakukan praktik magang maupun bekerja setelah lulus sekolah nanti.

Kepala Balai Dikmen Kulon Progo Rudy Prakanto,S.Pd.,M.Eng mengatakan, mendukung pencegahan tindak pidana perdagangan orang yang dimulai dari institusi pendidikan khususnya pendidikan menengah yang sangat memerlukan informasi dan kebijakan terkait pencegahan perdagangan orang.

Saat ini Balai Dikmen Kulon Progo sedang membuat draft kurikulum pencegahan perdagangan orang bagi SMA dan SMK di Kulon Progo.

Mitra Wacana adakan Edukasi PTPPO (Pencegahan Tindak Perdagangan Orang) di Balai Desa Kalirejo, Kokap

0

Edukasi PTPPO ( Pencegahan Tindak Perdagangan Orang) dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 Februari 2020 di Balai Desa Kalirejo, Kokap

Kegiatan ini dibuka oleh pembawa acara dari karang taruna, kemudian dilanjutkan dengan sambutan ketua panitia yaitu Bu Sutriningsih dari Pusat Pembelajaran Perempuan dan Anak (P3A) Anggun Rejo. Kemudian dilanjutkan oleh materi yang dibawakan Ndari Sulandari dari Yayasan Sekretariat Anak Merdeka Indonesia. Ndari Sulandari menjelaskan mengenai pengalaman pendampingan kasus perdagangan orang.

Kemudian materi kedua dilanjutkan oleh Muhammad Mansur dari Mitra Wacana. Peserta yang datang sebanyak 33 orang dari karang taruna,pelajar dan P3A.

Kontributor: Muhammad Mansur

Mitra Wacana adakan Edukasi PTPPO (Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang) di balai desa Hargorejo, Kulon Progo

0

Minggu (16/2/2020), Mitra Wacana mengadakan sosialisasi PTPPO (Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang) di balai desa Hargorejo, Kulon Progo.

Acara ini dihadiri oleh P3A Sekar Melati dan karang taruna desa Hargorejo yang berasal dari karang taruna unit (dusun) dengan rentang usia 18 sampai 30 tahun sebagai calon tenaga kerja. Sebagai pembicara yaitu Bu Sri Purwanti, S.E dari BP3TKI DIY dan Muhammad Mansur dari Mitra Wacana. Acara tersebut mengupas tentang proses perekrutan dan penempatan tenaga kerja dan tentang perdagangan orang.

Dalam acara tersebut juga disampaikan peranan desa dalam proses perekrutan dan penempatan adalah untuk memberikan akses kepada warga desa terkait syarat administrasi kerja keluar negeri, informasi lowongan kerja dari disnaker, dan pendataan warga desa yang bekerja merantau keluar desa.

Sementara itu peranan komunitas warga desa seperti Karang Taruna dan P3A adalah mengkampanyekan mengenai proses perekrutan sampai penempatan tenaga kerja agar terhindar dari perdagangan orang (trafficking).

Perlu diketahui Kulonprogo adalah kabupaten dengan angka Pekerja Migran tertinggi se-DIY. Dan pembangunan kota bandara dengan infrastrukturnya akan mengubahnya menjadi kota industri yang menunjang pariwisata yang rentan akan praktek perdagangan orang. Sehingga diupayakan tindakan pencegahan perdagangan orang dengan pembinaan dan pemberdayaan masyarakatnya akan meminimalisir hal tersebut.

Credit foto : Restu Baskara

Monitoring Kelompok Media di 9 Desa Kulon Progo

0

Kamis, (23/05/2019) Mitra Wacana Wrc Yogyakarta mengadakan monitoring terhadap kelompok media di 9 desa Kulon Progo bertempat di Rumah Makan Dapur Semar Wates. Monitoring dipandu oleh Wahyu Tanoto selaku pegiat Mitra Wacana Divisi Pendidikan. Dalam monitoring tersebut dihadiri oleh generasi milenial di 9 desa Kulon Progo, selain itu juga terdapat sesi presentasi dimana peserta saling bertukar informasi mengenai kondisi kelompok media di masing-masing desa. Diharapkan dari acara tersebut dapat menyatukan ide kreatif dari masing-masing desa sehingga dapat memberikan solusi dari permasalahn yang dihadapi dalam pengembangan medai desa. Acara tersebut ditutup dengan buka puasa bersama.